#tanggu dan Siwaratri

#tanggu, Daily

Hari ini saya meluncurkan #tanggu. Kebetulan hari ini bertepatan dengan hari Siwaratri menurut kalender Bali. Siwaratri diperingati sehari sebelum tilem (bulan mati) sasih Kapitu atau yang sering disebut prawaning tilem kapitu.

#tanggu
Menurut orang-orang yang lebih paham Agama Hindu, hari ini adalah hari yang baik untuk meditasi, intropeksi diri, melakukan tapa brata (puasa dan pantang) serta berdoa mendekatkan diri kepada Tuhan. Hari Kontemplasi (versi Bali) mungkin kata yang tepat untuk menggambarkan hari ini. Ada yang bilang juga hari penebusan dosa. Saya sendiri tidak sepakat dengan konsep dosa, apa lagi dosa yang bisa dihapus. Jadi saya abaikan pengertian ini.

Eh sebenarnya tulisan ini untuk mendokumentasikan #tanggu bukan mengulas Siwaratri. Karena kebetulan saja saya pilih hari ini memulainya. Perencanaan tahun lalu sih mulainya tanggal 1 Januari 2016, cuman ya gitu deh. Niat belum bulat dan masih kalah dan menyerah dengan keadaan. Halah… :p Persiapannya #tanggu sudah mulai sejak Desember 2015. Saya sudah sempat mem-posting teaser-nya di instagram.

Oya, apasih #tanggu itu? Berikut poin-poin yang bisa menjelaskan apa itu #tanggu.

#tanggu adalah singkatan dari Tantangan Tiga Minggu. :)) Saya akan membuat 3 hal/tantangan untuk saya lakukan setiap hari selama tiga minggu penuh alias 21 hari.

Mengapa 3 hal? Karena kalau 30 kebanyakan bro… hehehe. Saya mulai dari 3 saja dulu. Hal-hal yang menjadi tantangan juga saya pilih berdasarkan kebutuhan dan kemampuan saya. Jadi Kombinasi antara cukup “actionable” dan cukup menantang bagi saya. Sekali lagi, parameternya adalah diri saya sendiri.

Mengapa 3 minggu alias 21 hari? Gak sekalian 1 bulan saja? Karena ada mitos tentang kebiasaan baru akan terbentuk minimal dalam 21 hari. Jadi saya ingin menguji apakah mitos itu benar atau tidak. 🙂

Tanggu dalam bahasa Bali berarti ujung, tepi, batas atau pinggir. Ausmsi saya, dengan mengetahui ujung sebuah tantangan/pekerjaan/perjalanan, secara psikologis akan membantu otak dan tubuh beradaptasi dengan lingkungan. Misalnya ketika melakukan perjalanan ke sebuah tempat baru, kita akan merasakan perjalanan pulangnya lebih cepat dibandingkan menuju tempat baru tersebut.Selain itu #tanggu juga saya lakukan untuk mengetahui seberapa batasan kemampuan diri saya dan bagaimana batasan itu diperluas.

#tanggu saya putuskan akan menjadi hobi saya. Karena seperti yang pernah saya posting di Facebook, saya baru menyadari saya tidak memiliki hobi.

Untuk#tanggu (Tantangan Tiga Minggu) yang pertama di bulan Januari 2016 saya memilih tiga hal:

  1. Tidak Merokok selama 3 Minggu! Pengalaman sebelumnya saya pernah berhenti selama setahun penuh dengan metode taruhan sama seorang kawan yaitu mas thelo alias bowo. Dari pengalaman itu, saya menyimpulkan bahwa saya membutuhkan tantangan untuk berhenti merokok. Bukan sekedar himbauan apalagi larangan. Sekarang mari kita coba. Atau ada yang mau taruhan sama saya untuk berhenti merokok?
  2. Melakukan 2×7 Minutes Workout! Pengalaman setahun berhenti merokok telah membuat beberapa perubahan dalam diri saya. Terutama berat badan. Dalam setahun saya naik 20 Kg dari 55kg menjadi 75kg. Konsekuensinya celana harus beli ukuran baru dan sisa lemak di belakang dagu yang mirip tembolok. :p Jadi dari berat badan 55kg dengan tinggi 176cm itulah saya dipanggil gus tulang. Nah kali ini saya harus mengimbanginya dengan olah raga biar gak makin gemuk!
  3. Ngeblog! Yang menjadi penyemangat, pengingat, dan juri dari komitmen ini adalah teman-teman sekalian. Karena itu setiap harinya akan saya tulis cerita dalam menjalani tantangan ini di blog Sanggup.in

#tanggu juga akan menjadi usaha sekaligus pencapaian saya dalam mewujudkan resolusi 2016 yaitu Hati yang Teguh, Ucap yang Teduh, dan Laku yang Sungguh. Semoga di hari perenungan ini menjadi awal yang baik untuk memulai sebuah kebiasaan baru.

 

One thought on “#tanggu dan Siwaratri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *