Pencitraan

sanggup.in

IMG_2411-0.JPG
10 tahun berlalu, dan konotasi kata PENCITRAAN pun menjadi negatif. Tidak terasa bagaimana media dan pengalaman membentuk dan menggeser rasa bahasa.

Ah itu hanya pencitraan. Sering saya mendengar atau membaca kalimat itu. Menurut saya, pencitraan berbeda dengan seolah-olah dan palsu.

Pencitraan itu bisa baik dan bisa juga buruk. Untuk bisa menilainya, tentu banyak variabel yang harus diukur. Kalau mau lebih adil tentu peniliaiannya harus menyeluruh.

Misal sebuah kegiatan sosial atau pembangunan yang tiba-tiba marak menjelang pemilu/pilkada, apakah upaya pencitraan calon kandidat untuk meraih simpati atau memang program/kegiatan yang memang sudah seharusnya berjalan atau menjadi kewajiban ybs?

Mari jujur dan serius menilai. Sanggup?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *