Memasak MPASI untuk Galang

Daily, Galang, Kuliner, Pengalaman

Saat tulisan ini dibuat Galang sudah berumur 8,5 bulan. Galang sudah diberikan makanan pendamping air susu ibu (MPASI) sejak awal umur 5 bulan. Dimulai dengan pengenalan buah pisang yang dikerik dengan sendok. Selanjutnya buah-buah lain yang dihaluskan seperti alpukat, pepaya, apel, dan lain-lain.

Memasuki usia 6 bulan sudah mulai diberikan bubur beras saring dengan campuran sayur dan daging. Beras yang kami gunakan dan olah menjadi tepung adalah beras sehat pecah kulit dari umawali. Baru sebulan ini berasnya kami ganti dengan beras merah.

Sebenarnya niat membagikan proses dan pengalaman memasak MPASI ingin saya bagikan sejak awal mulai memberi Galang bubur. Yah, niat tanpa ada eksekusi terencana membuat tumpukan foto-foto proses hanya tersimpan di henpon. Kadang saya langsung mengunggah fotonya di sosial media. Lebih cepat dan instan dibandingkan dengan menulis di blog. :p

Kemarin saya mengunggah bahan-bahan masakan yang saya olah untuk MPASI Galang melalui path. Berhubung ada permintaan dan pertanyaan dari seorang teman bagaimana saya mengolah bahan-bahan tersebut, saya coba menceritakannya dalam tulisan ini.

Sayuran mpasi

Sayuran mpasi

Bahan-bahannya seperti tampak dalam foto diatas antara lain:

  • jagung manis
  • wortel kecil
  • brokoli
  • bayam
  • lobak
  • telur ayam kampung

Bahan lain yang tidak sempat saya foto adalah:

  • ceker ayam (untuk membuat kaldu)
  • bumbu-bumbu (bawang merah, bawang putih, dan jahe)
  • beras merah yang direndam kurang lebih 3 jam lalu di blender menjadi tepung beras. Biasanya sekali membuat tepung untuk kebutuhan 2 hari. Kira-kira segenggam beras akan menjadi 5 sampai 6 sendok makan tepung beras. Sekali memasak saya menggunakan 3 sendok makan penuh tepung beras.

Takaran yang saya gunakan hanya berdasarkan perkiraan dan pengalaman saja, tidak ada ukuran baku apa lagi timbangan di dapur. Sekali memasak untuk 2 kali makan, siang dan sore hari.

Cara mengolahnyapun sederhana dan tidak membutuhkan waktu lama.

  1. Mebuat kaldu. Ceker ayam dibersihkan dan diiris sampai tulang ayamnya sedikit terbuka. Saya bianya menggunakan 2-3 ceker ayam sekali masak. Banyak juga gapapa, nanti cekernya kan dimakan bapak/ibunya Galang 🙂
    Ceker direbus dengan segelas (200 ml) air dan ditambahkan 2 siung bawang merah 1 siuang bawang putih, dan sedikit jahe yang diiris tipis. Saya menggunakan jahe karena Galang sedang tidak enak badan, kadang jahenya saya ganti kencur.IMG_3751
  2. Sambil menunggu kaldu mendidih, saya mulai membersihkan sayur-sayuran dan memotongnya kecil-kecil agar lebih cepat matang saat dimasak. Saya tidak fanatik sayuran organik tapi kalau bisa dapat tentu lebih baik. Organik ataupun tidak, proses pembersihan menjadi sangat penting. Jadi saya kadang mencuci sayurnya agak lama dengan menggunakan air mengalir dan cairan khusus pencuci buah dan sayur.IMG_3770
  3. Setelah rebusan kaldu ceker ayam mendidih, saya masukan wortel dan lobak yang telah diiris untuk direbus bersama ceker. Dari pengalaman jika wortel hanya dikukus, kurang dapat dicerna dengan baik oleh Galang. Jagung, brokoli, dan bayam saya kukus diatas kaldu tersebut menggunakan saringan besi. IMG_3758
  4. Sambil menunggu sayuran matang, saya mulai memasak buburnya di kompor sebelah. Tepung beras dimasukan ke dalam panci anti lengket dan dicampur dengan air kurang lebih 50 ml. Kemudian diaduk perlahan sampai tidak ada gumpalan tepung dalam air. Tepung yang menggumpal dihancurkan dengan sendok kayu. Setelah tercampur rata, baru kemudian dimasak menggunakan api kecil sambil terus diaduk. Setelah setengah matang kemudian ditambahkan telur ayam kampung sambil terus diaduk hingga telur tercampur merata. Jika dirasa terlalu kental dapat ditambahkan air sedikit demi sedikit. karena Galang sudah tumbuh gigi atas dan bawah, bubur yang saya berikan tidak terlalu encer sebagai latihan dia menguyah. IMG_3755
  5. Setelah sayuran matang, biasanya saya menggunakan sayura yang dikukus sebagai pedoman. Ingat pesan guru-guru SD jika masak sayuran jangan terlalu matang, jadi ya dikira-kira aja.
  6. Selanjutnya tinggal penyajian. Galang biasanya makan siang antara pukul 11-12, tergantung aktivitasnya. Setalah sayuran tidak terlalu panas, saya akan ambil setengah dari porsi yang dimasak untuk diblender sebentar agar tidak terlalu halus dan masih bertekstur sayuran. Kemudian disajikan dengan setengah bagian bubur.IMG_3763

 

 

 

Nah kurang lebih seperti itu alur memasaknya. Waktunya kurang lebih 30 menit. Pilihan memberikan bubur instan selalu menggoda, tapi memasak dengan cinta tentu lebih menyehatkan dan menyenangkan.

Sanggup gak masakin mpasi terus buat Galang? Kalo gak sanggup ya sanggupin 🙂 Semoga bisa lebih rajin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *