Jaje Bantal

Daily, Kuliner

  

Jaje (kue dalam bahasa Bali) bantal, begitu kue ini biasa di sebut. Salah satu kue tradisional saya rasa. Terbuat dari ketan bercampur parutan kelapa dan aneka rasa isian. Beberapa isian yang umum adalah pisang, kacang merah, dan kacang hijau. Dengan ciri khas pembungkus daun kelapa, tidak sulit menemukan kue ini di pasar tradisional maupun warung.

Hari Minggu lalu, sebelum gotong royong membersihkan kuburan bersama warga banjar, saya sempat ngopi dan mebeli kue ini di warung samping balai banjar Bantan Buah. Yang sangat menarik perhatian saya adalah karena jaje bantal yang dijual disana ukurannya lebih kecil dari biasanya. Harganya 500 rupiah. Sangat murah menurut saya. Namun tidak murahan.

Mengapa saya katakan tidak murahan. Ditengah tuntutan jaman yang serba praktis, cepat, dan murah ini. Sang pembuat kue rupanya tidak meninggalkan tradisi baik dalam membuat kue bantal. Dengan tali bambu mengikat daun kelapa, dan penggunaan semat (bambu kecil) untuk merekatkan daun kelapa pembungkusnya, saya merasakan kemewahan dan kerja keras sang pembuatnya. 

Kue jenis ini sudah banyak yang dijual dengan pengikat tali plastik (tali rafia) bahkan perekat daun kelapanya menggunakan stapler. Menghilangkan esensi tradisi untuk hidup selaras alam.

Sekarang orang membayar mahal untuk dapat merasakan sensasi hidup selaras alam dan menghayati setiap proses. Cek trend slow food di Google πŸ™‚

Kemewahan yang sama saya rasakan saat menyeduh kopi yang disangrai dan digiling manual jauh dari rasa kopi instan siap saji. Semoga kemewahan ini terus berlanjut. 

Tantangan selanjutnya adalah menemukan pembuatnya πŸ™‚

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *