Sekadarnya – #tanggu hari 5

#tanggu, Daily, Pengalaman

“Tujuanmu olah raga apa gus?” Tanya Aprian yang sore ini menemani saya ketika hendak jogging di lapangan Renon. 

Apri sengaja mampir ke Renon setelah benerapa hari sebelumnya saya sempat berdiskusi seputar fitness melalui whatsapp. Maunya saya nyari temen ngegym biar ada yang ngajarin karena gak mampu bayar personal trainer profesional. Saya kontak Aprian karena saya tahu dia masih rutin ngegym sejak mungkin 2 tahun yang lalu. Aprik juga berhasil mengubah badannya yang dulu kurus menjadi padat berotot.

Oya, Aprian ini teman lama kenal di Bali Blogger Community dan sempet sering maen futsal bareng. 

 

jogging renon

ayo jogging


Oya, balik ke pertanyaan tadi. Dengan asal saya jawab “ya agar sehat lah”. Sambil berjalan mengelilingi jogging track kami berdiskusi mengenai olag raga, gym, dan kesehatan. 

“Memang sekarang ini kamu gak sehat?” tanya Apri lebih jauh. Mendengar pertanyaan lanjutan itu otak saya mulai bekerja memutar memori tentang latar belakang kenapa saya tiba-tiba memutuskan setiap hari olah raga. Alasan detailnya mungkin bisa dibaca di posting #tanggu hari 1 dan hari ke 2.

Mendekati pintu masuk Bajrasandhi bagian selatan, kami berhenti dan menepi mencari tanah lapang untuk berlatih 7MW. Kami mendiskusikan dan mencoba gerakan-gerakan dalam program 7MW. Satu persatu gerakan tersebuy kami diskusikan dan praktikan. 

Ketika saya menunjukan gerakan dalam program 7MW seperti squats, pushup, dan crunch. Aprian mengkoreksi dan memberi contoh gerakan yang benar agar otot yang menjadi tujuan latihan gerak tersebut kena secara optimal.

Ternyata rasanya sangat berbeda ketika saya melakukan gerakan sesuai arahan Aprian. Otot-otot yang menjadi target latihan berkontraksi denga optimal, sehingga sedikit reptisi sudah sangat melelahkan. Push up dengan gerakan yang benar tidak lebih dari 10 kali saya bisa melakukannya. Begitu juga dengan squats dan crunch. 

Ternyata gerakan 7MW saya selama beberapa hari diawal #tanggu hanya sekadar bergerak menyerupai instruksi aplikasi. Saya terpaku dan terpacu dengan waktu dan instruksi dari aplikasi tersebut. Akibatnya tulang ekor saya cedera dan apa yang sudah saya lakukan tidak sesuai dengan tujuan latihan. 

 Diskusi hampir 2 jam tersebut saya mencatat beberpa poin yang menjadi pembelajaran saya sebagai pemula dalam olah raga.

  1. Tentukan tujuan spesifik dan terukur. Semakin rinci semakin baik. Kalau tujuannya cuman nyari keringet, berjemur atau makan pedes juga keringetan :p
  2. Lakukan pemetaan awal. Buih macam mau buat program LSM aja pakai pemetaan segala. Hehehe. Maksudnya adalah mengenal dan mengukur kemampuan serta potensi diri sendiri. Misalnya tipe tubuh, realsi tubuh terhadap olah raga dan makanan, dan lainnya. Saya juga baru mau googling dan baca-baca mengenai hal ini.
  3. Pilih rute yang sesuai berdasarkan hasil pemetaan diri untuk mencapai tujuan tadi (poin 1). Ada banyak program fitness serta olah raga dan cara lain yang bisa ditempuh untuk mencapai tujuan. Coba googling atau cari di youtube. Aneka referensi program latihan tersedia untuk dicoba. Ada OCD, 7MW, Freeletics, dan ratusan lainnya. 
  4. Jalani rute/program yang dipilih dengan konsisten dan konsekuen hingga sampai pada tujuan (poin 1)
  5. Kalau gak berhasil-hasil gimana? Ya umumnya ada dua alternatif cara yang bisa ditempuh. Yang pertama ubah rute/program dan yang kedua ganti tujuannya. Pilihan ada ditangan kita sendiri 🙂

Dari diskusi tesebut saya memikirkan ulang tujuan olah raga yang saya lakukan agar tidak sekadar menghabiskan waktu dan berkeringat apalagi sekadar pamer.

Terima kasih om Aprian untuk diskusi dan petunjuknya. Sering-sering ya.

Oya satu lagi, progam 7MW itu akan efektif jika setiap gerakan dilakukan dengan benar bukan sekadarnya. Jadi #tanggu untuk 2x 7MW per hari saya ganti menjadi 1x 7MW yang benar per hari. Sisa 16 hari kedepan saya akan fokus melatih gerakan dasar yang benar dulu sebelum mengikuti ritme dan instruksi aplikasinya.

Memasak MPASI untuk Galang

Daily, Galang, Kuliner, Pengalaman

Saat tulisan ini dibuat Galang sudah berumur 8,5 bulan. Galang sudah diberikan makanan pendamping air susu ibu (MPASI) sejak awal umur 5 bulan. Dimulai dengan pengenalan buah pisang yang dikerik dengan sendok. Selanjutnya buah-buah lain yang dihaluskan seperti alpukat, pepaya, apel, dan lain-lain.

Memasuki usia 6 bulan sudah mulai diberikan bubur beras saring dengan campuran sayur dan daging. Beras yang kami gunakan dan olah menjadi tepung adalah beras sehat pecah kulit dari umawali. Baru sebulan ini berasnya kami ganti dengan beras merah.

Sebenarnya niat membagikan proses dan pengalaman memasak MPASI ingin saya bagikan sejak awal mulai memberi Galang bubur. Yah, niat tanpa ada eksekusi terencana membuat tumpukan foto-foto proses hanya tersimpan di henpon. Kadang saya langsung mengunggah fotonya di sosial media. Lebih cepat dan instan dibandingkan dengan menulis di blog. :p

Kemarin saya mengunggah bahan-bahan masakan yang saya olah untuk MPASI Galang melalui path. Berhubung ada permintaan dan pertanyaan dari seorang teman bagaimana saya mengolah bahan-bahan tersebut, saya coba menceritakannya dalam tulisan ini