Rumus Matematika

Bisnis

Masih ingat ‪#‎Paimin‬~penjual panci keliling (sekarang sudah jualan panci online)? Tanpa sengaja siang tadi saya bertemu dengan Paimin di warung makan dekat kantor Sloka Institute Obrolan dibuka dengan basa-basi menanyakan kabar. Dari penampilannya tidak banyak yang berubah, masih sederhana hanya saja lebih rapi dan bersih.

Paimin menceritakan usahanya yang berkembang pesat setelah menggunakan internet sebagai media pemasaran dan kerjasama dengan tukang ojek untuk pengiriman barang. Wilayah kerjanya sudah mencakup Denpasar,

Paimin jualan panci online sekarang.

Bisnis

Ilustrasi gambar online marketing. Sumber: http://www.coretiummedia.com/

Pagi tadi berpapasan dengan #Paimin ketika saya berangkat mengantar istri ngantor. Saya tanyakan kemana saja tak bernah tampak berjualan keliling lagi sejak lebaran lalu. “Apakah sudah buka toko sekarang Min?”

“Setelah balik dari kampung saya memutuskan jualan panci pakai aiti bli Gus” Jawabnya dengan semangat.

“Meskipun sedikit terlambat saya sedang belajar online marketing bli. Saya sudah punya website, facebook page, twitter, instagram, dan google+. Semua sosial media saya pakai jualan. Saya juga menerima pesanan melalui SMS, BBM, Line dan Wahtsapp. Saya juga pasang iklan di OLX, Berniaga, dan FJB Kaskus. Sekarang siap antar pesanan konsumen bekerja sama dengan bli Nyoman Ringgit dan mas Joko tukang ojek yang mangkal di depan SD itu bli”, terang Paimin.

“Wah selamat Min, ternyata banyak kemajuan setelah lama gak bersua. Gak keliling lagi dong Min?” tanya saya penasaran karena tentu saja julukan Paimin~penjual panci keliling~ yang sering saya tulis akan berganti atau berakhir kisahnya.

“Saya masih sering keliling kok bli, sekedar menanyakan kabar ibu-ibu langganan sambil menyebarkan kartu nama dan katalog produk terbaru. Sekarang keliling untuk memberitahu pelanggang dan calon pelanggan mengenai metode berbelanja di lapak saya. Tidaak bawa-bawa panci lagi keliling sekarang. Cuman bawa ini” terangnya sambil menunjukan tas selempang kain warna hitam seperti yang umumnya dibawa marketing kredit atau sales mobil.

“Wah selamat ya Min atas kemajuan usahanya. Maaf saya berangkat dulu nganter istri ngantor, takut terjebak macet karena lalu lintas sekarang sulit diprediksi apalagi banyak proyek bongkar pasang jalan di sekitar Kerobokan” ucap saya mengakhiri pembicaraan.

“Oke bli, hati-hati di jalan. Selamat bekerja keras, jangan lupa untuk bekerja pintar dan bekerja sama ya bli.” Paimin menutup pembicaraan tanpa terdengar seperti motivator di tv namun sangat mengena dan memotivasi saya.